Sapi Limousin: Hewan Kurban Primadona di Hari Raya Iduladha


Artikel ini bakal mengupas tuntas berbagai hal terkait jenis sapi yang belakangan ini di indonesia popularitasnya terus meningkat. Apalagi kalau bukan sapi limousin.

Poin-poin yang dibahas antara lain adalah:

  • Apa itu sapi limousin?
  • Dari mana sejarah dan asal-usulnya?
  • Bagaimana karakteristiknya?
  • Apa saja keistimewaannya?
  • Bagaimana menjalankan manajemen kesehatan sapi?

Mari kita mulai.

sapi limousin

Sapi limousin saat ini menjadi jenis sapi primadona baru di Indonesia, terutama sebagai pilihan hewan kurban pada momen Iduladha. Meski harganya di atas rata-rata jenis sapi lainnya, limousin tetap laris dicari banyak orang.

Tidak heran belakangan ini berbagai peternakan sapi melengkapi koleksi ternak sapi dari Perancis ini dalam kandang sapi mereka.

Memang wajar sapi asal Prancis ini dihargai mahal. Selain ukurannya yang besar, tubuhnya juga penuh daging dan terlihat berotot. Kalau sapi ini dikumpulkan bersama dengan jenis sapi lokal, kehadirannya terlihat cukup mencolok, mengingat karakteristik tubuhnya yang berbeda.

Apa itu sapi limousin?

Sapi limousin berasal dari wilayah Perancis, tepatnya provinsi Limousine. Gampang ditebak kalau nama jenis sapi ini diambil dari nama kampung halamannya.

Mereka pada umumnya dikenali karena tubuhnya yang besar, kekar, dan padat. Dari tampilan luar, pada umumnya tubuh mereka dihiasi bulu berwarna merah keemasan, meski ada juga yang memiliki warna berbeda. Kita akan membahas lebih jauh tentang hal ini di bawah.

Dikutip dari Blakely dan Blade, sapi bertubuh kekar ini tumbuh dan bertambah beratnya dengan cepat, dengan rata-rata penambahan bobot mencapai 1,1 kg per hari. Sementara tingginya bisa mencapai 1,5 meter.

Sebagai perbandingan, untuk ukuran jenis lain pertumbuhan rata-rata mencapai 0,9 kg perhari dengan perawatan prima, sudah cukup dianggap optimal.

Mendengar istilah limousin mungkin orang-orang bakal langsung teringat dengan jenis mobil mewah “limousine” yang panjangnya mencolok. Kalau kita menonton di film-film Hollywood atau Eropa, mobil jenis ini biasanya cuma ditunggangi oleh tamu-tamu khusus yang sangat spesial, atau berani membayar mahal.

Lalu apa hubungannya sapi ini dengan jenis mobil limousine?

Nama limousine untuk menyebut jenis mobil tertentu, belum jelas asal-usulnya. Dugaan paling populer, istilah limousine pada mobil ini juga diambil dari nama provinsi Limousine di Prancis. Hanya saja belum banyak data yang mendukung dugaan ini, apalagi menjelaskan hubungan penamaan ini dengan provinsi Limousine

Jadi dari berbagai sumber sejarah yang bisa diketahui sampai hari ini, kesamaan nama limousin dengan mobil jenis limousine, sekadar kesamaan sumber nama saja.

Walaupun begitu reputasi keduanya, baik jenis mobil atau jenis sapi dengan nama spesies Bos taurus ini, bolehlah disandingkan. Sama-sama eksklusif, berkualitas tinggi, dan punya reputasi terpilih.

Selain limousin, sapi ini juga punya beberapa nama penyebutan lain di berbagai negara. Di Australia dan Selandia Baru misalnya, istilah french pure sering dipakai untuk menyebutnya. Sementara di Amerika dan Kanada, istilah foolbloods yang sering digunakan sebagai sebutan.

Sapi limousin populer sebagai hewan kurban


Sebagai hewan yang dikembangkan secara khusus untuk sapi potong, apalagi dengan ciri perawakan yang besar dan mencolok, di Indonesia jenis sapi limousin secara alami langsung dikaitkan dengan ritual kurban pada momen Iduladha setiap tahun.

Popularitas jenis sapi ini semakin terkerek dengan bertambah banyaknya pesohor yang memilihnya sebagai hewan kurban, dan dipublikasi besar-besaran oleh media.

kurban iduladha

Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono, barangkali menjadi kaum pesohor pertama yang mendapat publikasi cukup luas dari media, ketika memberi kurban sapi limousin.

Pada tahun 2012, ketika beliau masih menjadi presiden aktif, limousin seberat 1,007 ton yang dikurbankannya menjadi hewan pertama pertama yang dipotong di Masjid Istiqlal dalam momen Iduladha di tahun tersebut.

sapi kurban SBY
sapi kurban SBY

Di tahun sebelumnya, SBY memilih jenis sapi simental sebagai hewan kurban.

Presiden Indonesia selanjutnya, yakni Joko Widodo, meneruskan tradisi presiden yang memilih limousin sebagai hewan kurban.

sapi kurban jokowi
sapi kurban jokowi

Selain itu ada nama penyanyi dan anggota legislatif Anang Hermansyah yang pernah mengurbankan lima ekor sapi limousin sekaligus pada momen Iduladha. Saat itu secara spesifik Anang menyebut ukuran tubuh dan kepadatan daging yang menjadi alasannya memilih jenis sapi limousin.

Tidak mau ketinggalan, pada tahun 2020 pesohor Nikita Mirzani mengurbankan 2 ekor yang bobotnya masing-masing lebih dari 1 ton.

Selain nama-nama di atas, beberapa selebritas yang diberitakan pernah memberi kurban limousin di antaranya adalah Raffi Ahmad, Irfan Hakim, Ria Ricis, Andre Taulany, Ayu Ting Ting dan Nissa Sabyan.

Harga yang dikeluarkan para pesohor ini untuk membeli hewan kurbannya bervariasi, mulai dari puluhan sampai ratusan juta, tergantung bobot sapi. Beberapa berita bahkan membandingkan harga hewan kurban para pesohor ini dengan harga unit merk mobil tertentu.

Sejarah dan asal-usul sapi limousin


Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa asal-usul sapi limousin mungkin sama tuanya dengan usia benua Eropa. Beberapa lukisan gua berusia 20.000 tahun di gua Lascaux dekat Montignac, Perancis, memuat gambar yang memiliki kemiripan dengan jenis limousin saat ini.

Sementara bukti pertama keberadaan jenis sapi ini dalam dokumen tertulis bisa dilacak sejak abad ke-17.

lukisan gua

Seperti sempat disebut di atas, sapi ini berasal dari wilayah Limousine dan Marche, daerah di selatan Perancis. Daerah tersebut secara alamiah memiliki curah hujan yang tinggi dan cuaca yang keras, dan serta tanah yang penuh bebatuan granit.

Dalam kondisi alam seperti itu aktivitas pertanian sulit berkembang di daerah tersebut. Karenanya aktivitas beternak dianggap lebih mudah dan lebih menjanjikan bagi para penduduk setempat.

Di antara berbagai pilihan hewan, sapi menjadi hewan ternak paling populer.

Tapi pengaruh kondisi alam yang berat ternyata memunculkan berkah tersendiri. Sapi-sapi di Limousine dan beradaptasi dengan beratnya alam kehidupan mereka, memiliki profil tubuh kokoh dan gempal yang khas, berbeda dengan sapi pada umumnya.

Di sisi lain, keadaan alam Limousine yang sulit dan tidak subur membuatnya jarang dikunjungi penduduk dari daerah lain. Tapi hal ini justru memunculkan dampak tersendiri yang tak pernah diduga.

Minimnya kontak dengan penduduk dari luar membuat sapi-sapi daerah Limousine berkembang biak tanpa perkawinan campuran dengan sapi jenis lain. Hal ini membuat bentuk tubuh khas sapi dari daerah Limousine semakin menonjol.

Perkawinan di antara kelompok sapi yang sama-sama memiliki profil tubuh bagus, semakin menguatkan karakteristik fisik mereka.

Pada awalnya, jenis sapi ini punya reputasi miring, karena dianggap punya bentuk perawakan yang buruk dan rendah kualitas susunya (Yulianto dan Saparinto, 2014). Dalam berbagai kompetisi, sapi jenis ini sering nangkring di urutan paling buncit.

Meski begitu besarnya tenaga sapi limousin sebagai sapi pekerja, serta kualitas dagingnya yang padat juga sudah diakui.

Penulis Rene Lafarge menyebut bahwa pada abad ke-17, limousin punya reputasi baik sebagai hewan yang piawai dan tahan banting dalam melakukan pekerjaan berat, sekaligus memiliki daging berkualitas. Karena itu pada akhir hayatnya limousin akan dipotong untuk dijual dagingnya.

Sampai di sini, pengembangan sapi yang di Indonesia sering juga disebut sebagai limosin ini belum terspesialisasi. Mereka punya peran rangkap, baik sebagai sapi pekerja maupun sapi potong.

Namun berbarengan dengan perkembangan aktivitas pertanian yang semakin menurun, lama-kelamaan sapi jenis limousin diternak secara khusus menjadi sapi potong.

Pada awal pengembangannya, meski sudah menunjukkan ciri fisik yang berbeda, penampilan fisik sapi berbulu merah keemasan ini belum sekokoh seperti yang dikenal pada saat ini.

Menyadari potensinya, pemerintah Limousin berupaya meningkatkan daya tarik fisik sapi-sapi di daerahnya dengan memperluas area padang rumput untuk penyediaan pakan yang lebih baik.

Di wilayah yang tadinya sulit dijadikan lahan pertanian, mulai bermunculan padang-padang rumput.

Dari sini popularitas limousin pun semakin meningkat di seantero Perancis. Naik daunnya sapi jenis ini dibarengi dengan semakin turunnya minat terhadap sapi peranakan asal Inggris yang sebelumnya dianggap salah satu jenis yang terbaik.

Meski begitu, upaya perbaikan asupan makanan tidak berhenti begitu saja. Pada abad 19, pemerintah Limousine membuat kebijakan pengembangan budidaya tanaman yang lebih berkualitas seperti gandum.

Itu dilakukan untuk memastikan tingginya kandungan gizi dalam makanan sapi-sapi setempat.

Hasilnya memang tidak langsung kelihatan. Tapi setelah hampir setengah abad kemudian akhirnya mulai tercatat sapi yang bobotnya menyentuh angka 600 kg.

Upaya persilangan

Seperti disebut sebelumnya, pada awalnya sapi dari daerah terpencil Perancis ini kerap dipandang remeh karena profil tubuhnya yang berbeda, serta kualitas susunya yang buruk.

Pada abad ke 17 sampai 18, sempat dilakukan upaya perbaikan keturunan dengan melakukan perkawinan silang dengan sapi dari jenis lainnya.

Sapi agenais, sapi norman, dan sapi charolais, adalah di antara beberapa jenis sapi yang sempat dijodohkan dengan limousin. Hasilnya memang cukup menjanjikan. Keturunannya memiliki bentuk tubuh yang menurut standar saat itu terlihat lebih bagus.

Tapi sapi-sapi blasteran tersebut punya selera makan yang jauh lebih tinggi ketimbang orang tuanya. Kebutuhan jumlah pakan jadi jauh lebih boros. Secara ekonomis ini tidak efisien, karenanya proyek tersebut tidak dilanjutkan.

Peningkatan popularitas

Kegagalan upaya persilangan membuat para peternak kembali ke cara lama, yakni melakukan perbaikan keturunan melalui seleksi alam. Sapi-sapi yang dianggap punya kualitas unggul dikawinkan satu sama lain.

Untuk kebutuhan tersebut, pencatatan silsilah sapi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu pada tahun 1886 disusunlah Limousin Herd Book untuk mencatat garis keturunan sapi beserta kualitasnya masing-masing.

Upaya seleksi alam ini terbukti sukses dan sapi berdahi lebar ini menjelma jadi ternak eksklusif di Perancis. Berbagai penghargaan bergengsi mulai disabet di berbagai kontes, terutama kontes yang terkait dengan kualitas daging sapi.

Dari sinilah popularitas daging limousin semakin meningkat ke seluruh penjuru Perancis, sampai hari ini.

Penyebaran sapi limousin ke luar Perancis

Berbagai keistimewaan limousin membuat reputasinya menyebar melampaui tanah Perancis. Sejak abad 19, keturunan sapi berwarna merah keemasan ini mulai “merantau” ke berbagai negara.

Brasil tercatat menjadi negara pertama yang mendatangkan sapi berukuran besar ini dari Perancis. Ini terjadi sejak tahun 1886. Disusul kemudian oleh Uruguay, Madagaskar, Argentina, dan Portugal.

Meski begitu, baru pada abad ke-20, tepatnya pada dekade 1960-an, jenis sapi ini diimpor secara besar-besaran ke berbagai negara dan benua.

Sebagaimana ditulis Valerie Porter, Lawrence Alderson, dkk, sampai saat ini limousin telah menyebar ke sekitar 80 negara berbeda melalui aktivitas perdagangan.

Di berbagai titik perantauan tersebut sapi limousin dikembangbiakkan, baik secara murni maupun untuk dikawin silang dengan jenis sapi lainnya.

Sementara di Indonesia belum diketahui secara pasti kapan sapi limosin mulai masuk ke negara kita. Melalui penelusuran database Google, salah satu dokumen berbahasa Indonesia pertama di Internet yang menyebut sapi ini adalah brosur sapi potong yang diterbitkan oleh BPTP Kalimantan Selatan pada tahun 2010.

Setelah itu istilah sapi limousin dalam dokumen yang terekam di internet lebih banyak disebut dalam penelitian ilmiah atau arsip yang berhubungan dengan Kementerian Pertanian.

Di kalangan masyarakat umum di Indonesia, setidaknya di kalangan pengguna internet, limosin sudah dikenal sekurangnya sejak Februari tahun 2005. Data ini bisa dicek lewat rekaman database Google Trends di Indonesia.

Sementara dari dunia buku cetak bertema peternakan sapi yang terbit sebelum 2010, jenis sapi limousin belum disebut. Sebagai contoh buku populer Penggemukan Sapi karya Sori Basya Siregar, yang sampai dengan cetakan ke 16 (2008), belum mencantumkan sapi asal Perancis tersebut.

Meski begitu dari data Google Trends bisa diketahui bahwa sejak mengenal limousin, minat masyarakat di Indonesia terhadap jenis sapi berdahi lebar ini terus meningkat. Sampai saat ini statistik pencariannya terhitung stabil, dengan lonjakan pada musim tertentu seperti Iduladha.

Karakteristik


Ada beberapa hal yang bikin limousin bisa cepat populer.

Selain karena pertumbuhannya yang cepat, bentuk badan besar, padat dan panjang, membuat jenis sapi ini jadi salah satu jenis favorit untuk dikembangkan menjadi ras sapi potong.

Beberapa cirinya yang menonjol akan dibahas di bawah.

perlakuan istimewa
Bulu, warna dan kulitKepala dan tandukTubuh dan bobot
Bulunya tebal, padat, dan menutupi hampir seluruh tubuhUkuran kepala relatif kecil dan pendek dibanding tubuhnyaTinggi bisa mencapai 1,5 meter
Warnanya didominasi merah keemasan pada hampir di seluruh tubuh. Pada bagian bawah perut, paha dalam, sekitar mata dan mulut, warnanya tergradasi menjadi lebih terangDahinya lebar, leher pendek, sementara mulutnya lebar Bentuk tanduknya melengkung ke depan dan mengarah ke atasPanjang tubuh 1,75 – 1,95 meter
Betis sapi biasanya berwarna coklat kekuningan, dengan warna coklat yang semakin pekat seiring pertambahan usiaTanduk berwarna kuning, terutama di bagian bawah dekat kepala. Semakin ke atas, warna tanduknya tergradasi menjadi semakin gelap sampai ke ujung tandukBobot lahir rata-rata 39,5 kg, tergolong kecil untuk ukuran sapi
Variasi warna bisa terjadi pada limosin dengan gen bulu warna hitam. Biasanya anak sapi dengan gen bulu hitam ini awalnya terlahir berwarna coklat, atau coklat kekuningan. Seiring pertumbuhan sampai usia matang, warna mereka bakal jadi semakin gelapDi beberapa negara, hasil perkawinan sapi limosin menghasilkan keturunan yang tidak memiliki tandukPertumbuhan bobot berbeda antara sapi betina dan jantan. Betina bisa mencapai bobot sekitar 600 kg, sementara jantan bisa mencapai 1.100 kg
Kulitnya halus tanpa bercak pigmentasi

Keistimewaan sapi limousin


Limousin boleh dibilang punya karakteristik sempurna untuk dikembangkan sebagai sapi potong. Proses kelahirannya tergolong mudah, karena bobot lahir yang rendah.

Tapi jangan terkecoh dengan bobot lahirnya saja.

Keistimewaan sapi bos taurus
Keistimewaan sapi bos taurus

Seperti disebut sebelumnya, sapi limousin pertambahan beratnya rata-rata mencapai 1,1 kg per hari. Pada usia 205 hari, beratnya bisa mencapai sekitar 198 kg.

Bandingkan dengan rata-rata pertambahan berat jenis sapi lain, sekitar 0,9 kg per hari, dengan asumsi asupan makanan dan perawatan optimal.

Perkembangan bobot seperti itu dimungkinkan karena rasio konversi pakan ke berat tubuhnya yang efisien. Karena itu secara keseluruhan budidaya sapi limosin bisa dibilang ongkosnya cukup rendah.

Selain rasio konversi pakan yang efisien, kemampuan adaptasinya sangat baik dan normalnya tidak memerlukan perawatan spesial.

Meski bertulang kokoh, tapi persentase daging dalam tubuhnya sangat tinggi. Apalagi ditambah ukuran kepalanya yang relatif kecil dibanding tubuhnya.

Fakta lain yang makin membuatnya istimewa adalah konsistensinya dalam menghasilkan daging berkualitas tinggi, meski dipotong di usia berapa pun.

Yulianto dan Saparinto dalam buku Beternak Sapi Limousin (2014) mencatat berbagai poin keunggulan, yang kami sarikan sebagai berikut:

  • Jenis sapi besar yang pertumbuhannya cepat
  • Berbadan besar dengan bobot yang tinggi, memastikan banyaknya kandungan daging
  • Waktu yang dibutuhkan untuk penggemukan lebih singkat ketimbang rata-rata proses penggemukan sapi jenis lain
  • Dagingnya berkualitas tinggi: rendah lemak, empuk, dan lezat
  • Daya tahan terhadap penyakit tergolong tinggi
  • Volume rumen besar, dengan kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan (voluntary intake) yang tinggi. Ini salah satu faktor yang membuat konversi dari pakan ke daging menjadi sangat efisien
  • Masa hamil 280 hari. Lebih pendek dibanding rata-rata sapi tropis, yaitu 285 hari
  • Tingkat reproduksi tinggi. Pada usia matang bisa menghasilkan keturunan setiap tahun
  • Pertambahan bobot berkisar di antara 0,80 kg – 1,60 kg perhari
  • Persentase karkas yang tinggi, mencapai 48 – 55%
  • Memiliki genetika dominan, cocok untuk program perkawinan silang

Kemampuan reproduksi limousin tumbuh secara optimal pada ekosistem dengan suhu 4-15 derajat celcius. Meski begitu, mereka mampu beradaptasi dengan baik pada segala macam kondisi alam.

Manajemen kesehatan sapi


Perkara kesehatan bukan cuma menyangkut urusan mengusir potensi penyakit, tapi juga menjaga agar ternak sapi tetap dalam kondisi terbaik.

Kesehatan yang baik akan membuat sapi bisa berkembang secara optimal, sekaligus meningkatkan kemampuan reproduksinya. Bagi sapi potong atau pedaging, kesehatan juga membuat daging yang dihasilkannya jadi lebih berkualitas.

kesehatan sapi

Manajemen kesehatan limousin pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan jenis sapi pada umumnya. Karena itu panduan umum tentang kesehatan ternak sapi berlaku juga untuk sapi limosin.

Sapi sehat memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

  • Nafsu makan besar
  • Minum teratur (sekitar 8 kali sehari)
  • Bola mata merah, jernih, dan tajam. Hidungnya bersih, sementara mulutnya basah dan terus memamah saat sedang istirahat
  • Kotoran normal, tidak terlalu encer atau terlalu keras, serta tidak berubah-ubah dari hari ke hari
  • Telinga sering bergerak-gerak
  • Kakinya kokoh dan kekar
  • Suhu tubuh normal, sekitar 38,5 – 39 derajat celcius
  • Siklus birahi berulang secara teratur, terutama pada sapi betina
  • Untuk menjaga sapi tetap dalam kondisi terbaik, peternak wajib memberlakukan manajemen kesehatan yang baik di kandang sapi

Sementara ciri-ciri umum sapi yang sakit adalah:

  • Mata suram dan cekung
  • Telinga terkulai
  • Nafsu makan dan minum menurun
  • Kotoran sedikit, terlalu encer atau terlalu keras
  • Suhu badan tinggi atau naik-turun
  • Pernafasan dan detak jantung tidak normal
  • Berat badan turun
  • Kulit tidak elastis, bulu kusut
  • Mulut dan hidung kering
  • Jika sapi mengalami ciri-ciri tersebut, langkah terbaik adalah menghubungi tenaga kesehatan hewan untuk mendapatkan perlakuan yang ideal bagi sapi ternak.

Untuk menjaga sapi tetap dalam kondisi terbaik, peternak wajib memberlakukan manajemen kesehatan yang baik di kandang sapi.

Manajemen kesehatan pada ternak sapi sekurangnya mencakup 3 aspek (Yulianto dan Purnawan, 2014), yakni 1) pencegahan penyakit, 2) pengendalian penyakit, dan 3) vaksinasi.

Pencegahan penyakit

Langkah pencegahan penyakit harus sudah mulai dilakukan sejak tahap awal, yakni saat pengadaan anakan sapi untuk dibudidayakan. Pastikan memilih anakan atau bakalan sapi yang berada dalam kondisi prima, dan diperlakukan dengan baik di peternakan sebelumnya.

Pengangkutan sapi juga harus diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penurunan kesehatan, akibat stress dan kelelahan di perjalanan.

Aspek kebersihan juga harus selalu diperhatikan. Kebersihan sapi, kandang, maupun peralatan ternak yang digunakan, akan membantu menjaga kebersihan ternak sapi. Lakukan pembersihan secara rutin setiap hari.

Pengendalian penyakit

Penyakit pada sapi bersumber dari beberapa hal:

  • Bakteri
  • Jamur
  • Virus
  • Cacing
  • Gangguan organ tubuh, dan lainnya

Pada umumnya 5 hal ini yang membuat sapi mengidap ciri-ciri sapi yang sakit di atas. Kalau hal ini sampai terjadi, langkah terbaik adalah menghubungi tenaga kesehatan hewan untuk mendapatkan perlakuan yang ideal bagi sapi ternak.

Vaksinasi

Melakukan vaksinasi pada sapi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh peternak. Selain berguna untuk mencegah dan mengendalikan penyakit, vaksinasi juga meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak.

Sama seperti aspek pengendalian penyakit, vaksinasi juga mesti dilakukan oleh tenaga kesehatan hewan.

Penutup


Kami sudah membedah seluk-beluk sapi limousin dari berbagai sisi. Semoga anda menikmati dan mendapatkan manfaat dari artikel ini.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami lewat berbagai jalur yang tersedia pada halaman Tentang Kami.

Anda bahkan bisa mampir dan melihat-lihat langsung lokasi Aofa Farm.

terhubung

%d blogger menyukai ini: